Pandemi Melahirkan Kebingungan Peran

Jika anda yang pernah bergulat di dunia Psikologi, tentu saja kenal kembali dengan penglihatan saya. Karena penglihatan saya ini berawal dari tuntunan Psiokolog Erik Erikson.

Nah, sebaiknya kita berekreasi adrenalin dengan psikiater yang ini. Tentu saja saya tidak kupas atau menggambarkan kembali biografi Erikson. Anda cukup minta panduan di mbak google.

So, kita awali mengenali teori ke-enam Erikson yaitu “Identitas versus Ketidaktahuan Peranan.”

Background pendekatan saya ialah kondisi kita sekarang ini. Di mana Wabah sudah mengaburkan identitas kita. Mengakibatkan, kita berasa bingung dengan peranan kita.

Jati diri atau arah hidp kita saat sebelum Wabah ialah seorang praktisi literasi di salah satunya sektor. Tidak diduga, Wabah sudah tiba, lalu mengaburkan identitas kita. Kita usaha untuk cari peranan baru, untuk menyesuaikan dengan kondisi saat ini.

Tetapi, di lain sisi, kita telah kehilangan jati kita sebagai praktisi literasi. Karena, peranan khusus kita sudah ditukar dengan peranan baru yang sekarang ini kita lalui. Tentu saja, peranan baru kita sekarang ini belum aman, senyaman peranan kita saat sebelum Wabah.

Kita seperti seorang remaja yang mulai bergulat dengan identitasnya. Di mana kita awali bergulat dengan beberapa pertanyaan landasan sekitar, apakah itu sex dan seksualitas? Apa arah hidup saya? Mengapa saya semacam ini? Apa yang perlu saya kerjakan?

Ketidaktahuan akan identitas kita rawan pada bermacam masalah psikis. Salah satunya ialah, stres, stress, masalah komunikasi dengan pasangan, anak, orang-tua, sanak family, teman dekat dan siapa saja yang ada di seputar kita.

Beberapa masalah ini jika tidak ditangani, akan punya pengaruh pada kehidupan kita sesudah Wabah. Di mana sesudah Wabah, kita akan kembali ke kehidupan normal. Permasalahannya, kita akan berasa bingung untuk pilih peranan yang mana?

Serba susah ya. Ada orang yang pilih untuk meng-handel, mengembangkan ke-2 identitas itu. Ada orang yang berani melepas salah satunya peranan, untuk kenyamanan dan waktu senggang dengan keluarga.

So, jalan keluarnya ialah kita harus tentukan peranan yang mana kita lalui. Apa kita harus melepas peranan lama, dan konsentrasi pada peranan baru? Atau mungkin kita melepas peranan baru, dan kembali ke peranan lama kita?

Jejak Aksara Milenial di

Diksi diksi kangen cuman dapat didapat lewat membaca dan menulis. Membaca bisa membuat bertambah khazanah pengetahuan kita mengenai dunia.

Kita tidak perlu mengelana, menelusuri penjuru dunia mana saja, cukup hanya membaca! Membaca ialah sisi tujuan rekreasi yang masih belum dinikmatin oleh beberapa orang.

“Tapak jejak Aksara” adalah coretan angkatan Milenial pada bulan Januari. Kedatangan buku ‘Jejak Aksara’ sebagai bukti bahwasan angkatan Milenial tidak cuma dikenali sebagai golongan tiduran. Tetapi angkatan Milenial memberi peran yang besar sekali dalam memajukan literasi Indonesia.

Literasi membaca masih adalah permasalahan paling besar untuk pemilik +62. Permasalahan ini tidak cuma ada di tanah air tersayang, tetapi permasalahan ini jadi perhatian serius dari PISA (Program for International Student Assessment) yang umumnya diselenggakan tiga tahunan.

Untuk menangani permasalahan ini, tidak cuma pekerjaan Pemerintahan Pusat di bawah Kemendikbud, tetapi kita semuanya wajib perjuangkan literasi membaca di mana saja dan kapan saja kita ada.

Perjuangan kita untuk menghidupkan budaya membaca, dapat dilaksanakan dengan apa saja. Bergantung kreasi kita. Kita dapat menganimasi budaya membaca lewat media bikin (Majalah, Koran, Komik, Novel, dan lain-lain.) Sementara animasi membaca lewat digital (Media Online, website, You Tobe, Tv, dan lain-lain).

Kompasiana adalah Basis digital yang pas untuk literasi membaca dan menulis. Diksi-diksi kangen akan bersatu dalam irama aksara.

Tapak jejak aksara yang sekarang datang di depan anda ialah paket dari artikel opsi saya sepanjang menulis di Kompasiana. Kedatangan saya di Kompasiana baru saja, tetapi ada kegelisahan yang tetap memburu saya untuk menghidupkan ketertarikan membaca dan menulis untuk angkatanku.

Kedatangan buku “Tapak jejak Aksara” sebagai persembahan saya untuk literasi Indonesia. Dari rumah Kompasiana, saya berani mengulik pemikiran, rasa dalam nadi aksara. Paket aksara tinggalkan tapak jejak digital saya di dalam rumah Kompasiana.

Bermula dari kekhawatiran akan lemasnya budaya membaca dan menulis, saya membulatkan tekad untuk mendatangkan buku “Tapak jejak Aksara” sebagai kreasi Milenial di tengah-tengah Wabah.

Diksi-diksi kangen yang tersaji dalam buku ini, seperti style dan kepenulisan Milenial. Style kepenulisan Milenial selalu mengambil sumber dari filsafat jalanan. Di mana saya menulis seperti apa yang dirasakan oleh angkatan Milenial sekarang ini.

Mungkinkah Bahasa Daerah Hilang Ditelan Zaman?

Bisa senang kuasai belasan bahasa asing, seandainya tidak boleh durhaka pada bahasa wilayah!

Pernah ngak saksikan sama-sama yang dari suku A,B dan C yang mulai masuk “Sindrom Amnesia Bahasa’. Mungkin istilah ini tidak ada di KBBI. Tidak apalah, yang paling penting kita bisa membenahi nalar untuk menelanjangi angkatan yang berlagak tahu mengenai bermacam bahasa, tetapi lupakan akar bahasanya sendiri.

Trend amnesia bahasa wilayah menjadi hal yang wajar di kehidupan angkatan Milenial dan Alpha yang ada di perantauan.

Sekian hari lalu, saya berjumpa dengan salah satunya teman dekat yang dari wilayah saya juga. Kebenaran dia telah lama tinggal di perantauan, dan bekerja di salah satunya perusahaan terkenal negeri ini.

Sebatas kami sama-sama melepaskan rindu dan ber-say-hello. Pembicaraan kami mulai ngalir. Selang beberapa saat, dia bicara memakai bahasa computer, bahasa asing yang saya tidak mengenal. Berusaha untuk memperhatikan jalur asumsinya.

Menarik ialah kata yang pas untuk memvisualisasikan pembicaraan kami. Anehnya, dia benar-benar mahir dalam beberapa bahasa asing, tetapi kurang kuat bahkan juga masuk sindrom amnesia bahasa wilayah.

Prihatin saya menyaksikan watak orang begitu! Ya, bukanlah saya berlagak anti bahasa asing, tetapi ini tersangkut jati diri. Karena bahasa wilayah ialah sisi budaya yang penting dilestarikan.

Kita bisa saja menghindari akan kejadian ini, tetapi berikut keadaan yang masih belum seutuhnya dirasa oleh golongan cendekiawan. Tidak ada yang keliru, jika kita kuasai 3-4 bahasa, bahkan juga lebih. Seandainya identitas kita tidak boleh turut tergerus dengan kontaminasi budaya lain.

Saya percaya, perlahan-lahan tetapi tentu, angkatan Milenial dan Lalai akan terkikis di tengah-tengah pergerakan bahasa asing.

Coba anda perhatikan sekitar lingkungan, beberapa orang yang pahami bahasa wilayahnya sendiri, tetapi susah untuk berbicara dalam bahasa wilayahnya. Apa ini sisi dari kesombongan cendekiawan? Atau mungkin memang trend bahasa wilayah telah masuk senjakala?

Cara Menulis Essay dengan Mudah: Step by Step

Langkah menulis essay dengan gampang tetap jadi permasalahan yang sedikit membiingungka. Apa lagi jika memang tidak pernah mengawalinya. Saat ini kita akan pelajarinya secara perlahan-lahan, bersiap-siaplah untuk kuasai esai Anda! Ini ialah video pertama dari daftar putar, di mana Anda akan pelajari dasar-dasarnya. Dalam esai akademik, maksudnya untuk memberikan keyakinan pembaca mengenai satu status atau sudut pandang argument yang diumumkan, disokong dengan bukti dan riset. Ada 3 tingkatan khusus saat menulis esai: Penyiapan Koreksi Penulisan Dalam video ini, saya akan cepat lewat semua tingkatan dan cara bersama Anda. Dan di sejumlah video selanjutnya dalam playlist ini, kami akan menerangkan lebih detil untuk tiap step dengan contoh kalimat dan paragraf. Tidak sabar? Silahkan selami!

Lorenzo Cafaro dari Pixabay”>

Dalam step penyiapan, Anda harus lebih dulu pahami pekerjaan dan pilih topik. Sesudah Anda pilih topik Anda, Anda harus membuat tesis awalnya – ini point khusus yang ingin Anda bikin dalam esai, atau status yang akan Anda perdebatkan. Pada step ini, tidak harus disampaikan dengan prima, tapi penting untuk mengawalinya gagasan yang pasti mengenai apa yang ingin Anda ucapkan. Selanjutnya Anda mulai dapat membuat garis besar dan berencana susunan esai Anda. Ini akan mengawali tulisan Anda dan membuat Anda masih pada lajurnya! Penyiapan telah usai, dan saat ini kita awali menulis. Tiap esai diawali dengan pengantar. Penting untuk memancing ketertarikan pembaca selekasnya dan memberitahu mereka mengenai apa akan diulas dalam esai.

Check kembali argument Anda: apa Anda telah menjelaskan semuanya yang ingin Anda ucapkan, atau kerjakan beberapa point perlu restrukturisasi? Paling akhir, yakinkan untuk mengecek gaya bahasa, ejaan, dan pemformatan Anda. Apabila Anda sudah mencuplik sumber di makalah Anda, pakai pemeriksa plagiarism untuk menentukannya semua baik saja! Sesudah Anda mengecek semua dari daftar check ini di sini, Anda siap untuk Manulis Essay! Saat Anda siap, cara Anda setelah itu membuat garis besar untuk esai Anda!

Komunitas Budaya Pemersatu Bangsa

Pada suatu barisan warga atau komune budaya yang tercipta dalam warga seperti; Karang Taruna, Sanggahr Seni, Komune Tradisi, Komune Pencinta Reptil, Komune di sekolah, Komune Spiritual, Barisan ibu-ibu Rebana, Komune Budaya, Barisan Anak Muda Inovatif, dan lain-lain. Komunitas-komunitas ini adalah penyempurnaan beberapa orang sampai jadi kesatuan yang utuh. Satu misi, satu visi, satu rasa, satu beban dan untuk cari satu sepenanggungan, cari jalan keluar, mendapati kesenangan dan kebahagiaan.

Penyatu satu barisan umumnya atas landasan disiplin anggota dan pengurusnya, adalah proses yang bermula dari ada satu misi visi dan punya niat mempersatu ketidaksamaan-perbedaan dalam warga, dibuat supaya terjadi keserasian, bisa sama-sama share keduanya, agar sama-sama pahami bagaimana mendapati jalan keluar bila terjadi satu permasalahan pada suatu barisan warga.

Tiap manusia memerlukan warga lainnya supaya dia bisa bergaul, proses publikasi yang dia lakukan tentunya sejauh hidupnya, karena itu bila dia mendidik dianya jadi rasisme atau dia orang yang menampik ketidaksamaan, karena itu dia ialah orang yang membandingkan dirinya. Dia ada pada suatu mekanisme keyakinan atau ada dalam lingkaran doktrin yang mengatakan jika ketidaksamaan biologis pada ras manusia itu harus jadi pedoman hidup bermasyarakatnya. Sdan dia seperti mempunyai hak untuk mengendalikan ras yang lain.

Tidakkah komune dan barisan sosial ialah komune terbaik yang jauh dari doktrin itu?, bila anda ada pada barisan yang memuji doktrin itu lebih bagus anda keluar dengan baik, karena barisan yang mempunyai banyak. Ssegi negatif ataupun lebih banyak menantang/melawan warga banyak, itu tidak bagus ada.

Satu barisan sosial dan barisan budaya ialah beberapa orang yang menjadikan satu ketidaksamaan tanpa melihat anda berawal dari mana. Sebagai contoh gampang, komune budaya yang berada di semua propinsi di Indonesia ini, saat semua seniman dan angkatan muda ada pada sebuah gedung pertunjukan. Sseperti “Parade Tari Nusantara” yang diadakan setiap tahun di Taman Mini Indonesia Cantik.

Kesayangan mereka ke sama-sama seniman. Ssama-sama angkatan muda pencinta seni budaya terbentuk karena. Skecocokan dan kesesuaian dalam jalankan/membuat perlindungan dan melestarikan seni budaya Indonesia. Mereka menyukai seni budaya wilayahnya, dengan tatap muka ini mereka. Sbisa sama-sama belajar, sama-sama menghitung hasil kreasi, sama-sama memuji. Ssama-sama menghargakan dan sama-sama kagum pada kreativitas seni budaya wilayah.

Manajemen Keuangan Lemah, Berakibat pada Omzet dan Profit Bisnis

Mungkin sejumlah besar dari kita masih bimbang untuk membandingkan di antara omzet dan keuntungan. Omzet ialah penghasilan kotor hasil dari pemasaran satu barang atau layanan dalam periode waktu tertentu. Karena omzet belum dikurangi dengan ongkos produksi dan operasional. Sementara keuntungan ialah keuntungan bersih dari pemasaran barang atau layanan.

Saya berharap anda dapat mengikut dan pahami nalar saya. Nalar atau langkah pandang saya dari pojok Milenial ialah mempunyai usaha atau usaha itu benar-benar bagus. Apa lagi kesempatan menjadi pelaku bisnis sukses terbuka untuk siapa saja di zaman revolusi industri 4.0.

Revolusi industri 4.0 atau biasanya dikenali sebagai sitem jaringan. Di mana segala hal dikontrol oleh mekanisme koneksi internet. Revolusi industri 4.0 berasa kental dalam sehari-harinya kita sekarang ini. Di mana kita bekerja, belajar, menjalankan bisnis, bergaul cuman bertemu lewat koneksi internet.

Kedatangan revolusi industri 4.0 bawa saya pada keberanian untuk membentuk bisnis dalam rasio kecil (mikro). Cuman dengan modal keberanian, saya ngotot untuk meniti usaha dari titik 0. Saya ingin mengikut tapak jejak beberapa pelaku bisnis yang selalu menjelaskan istilah “from zero to hero). Lantas, tanpa manajemen keuangan yang bagus, usaha saya makin ke arah senjakala.

Rasa kuatir, cemas dan ketakutan selalu memburu saya. Saya berasa kuatir, jika usaha saya gulung tikar di tengah-tengah Wabah. Saya cemas, ketika besaran modal awalnya, makin menjerit-jerit, lalu saya takut kehilangan semangat untuk bangun berusaha.

Permasalahan ini saya telah share, tanyakan dengan kakak ponakan saya. Dia merekomendasikan, jika usaha saya alami rugi dan tidak berkembang, mendingan saya stop! Dan konsentrasi untuk bekerja. Ingat saya telah resign dari tempat kerja, cuman untuk membuat usaha sendiri.

Tetapi, jadi seorang pebisnis itu tidak gampang. Ya, modal yang dikeluarkan untuk membuat usaha, tidak sesuai dengan keuntungan. Justru, saya alami rugi. Bahkan juga rugi ini saya telah berulang-kali alami sepanjang setahun lebih.

Manajemen keuangan yang bagus, akan memberi imbas pada kenaikan omzet dan keuntungan. Omzet dan keuntungan bertambah, bersamaan rencana yang masak dalam jalankan bisnis kita.

Demikian fotoan receh dari angkatan Milenial yang ingin belajar menjalankan bisnis.

Buntu Ide Menulis

Seperti apakah itu menulis tanpa memikir. Nah, itu ialah tingkat paling tinggi dalam kekuatan menulis. Penulis semacam itu tidak perlu kembali pikirkan akan menulis topik apa, tipe tulisan jenis apa, apa isi tulisan, bagaimana kerangkanya, apa diksi dan tata bahasanya, berapa panjang tulisannya, dan lain-lain.

Menulis tanpa memikir itu tujuannya seutuhnya memercayakan insting. Tidak ribet kembali dengan hukum memikir rasional dan semua bengeknya. Langsung catat lalu mengucur, berliku, terjun, dan bersumber, demikian saja.

Apa ada Kompasianer type itu? Ada, Teman. Saya berikan nama 2 orang: Daeng Khrisna Pabichara dan Pak Tjiptadinata. Tidak sepakat? Berikan berkeberatanmu ke mereka berdua.

Lalu, memikir tanpa menulis, seperti apakah itu. Bagaimana bicaranya, ya. Ini type orang yang kebanyakan mikir, banyak gagasan, banyak gagasan, banyak sasaran, tetapi tidak segera menuliskan. Mikir, mikir, dan mikir saja.

Apa ada Kompasianer type itu? Ada, Teman. Saya tidak menyebutkan nama. Tetapi saya dapat memberikan klu: orangnya rajin memberi komentar, tetapi tidak pernah (kembali) membuat artikel di Kompasiana.

Saya tidak sembarangan bicara mengenai dua type Kompasianer itu. Dasarnya ialah tipologi manusia menurut filsuf Isaiah Berlin: Landak (Hedgehog) dan Ubah (Fox).

Dikenai pada praktik menulis, Type Landak ialah Kompasianer yang sudah mengetahui darimanakah mulai dan ke mana arah akhir menulis. Karenanya dia segera saja menulis, menulis, dan menulis sampai datang di arah akhir. Ia tidak perlu pusing dengan gagasan dan perbekalan, karena ia telah mempunyai semuanya. Hal yang penting dilaksanakan ialah: catat, catat, dan catat.

Kebalikannya Type Ubah ialah Kompasianer yang habiskan waktunya untuk pikirkan bermacam langkah, strategi, tehnik, dan taktik untuk tuliskan suatu hal.sebuah hal. Berpikir, berpikir, dan berpikir lagi, sampai energi habis dan tulisan tidak pernah ada.

Oh, ya, agar hatimu sedikit terhibur, saya harus ucapkan, kadang saya Landak tetapi seringkali Ubah.

Cara Cepat Menulis Artikel

Membuat artikel untuk dipakai dalam marketing internet dan pengerjaan prospect sesungguhnya tidak susah dan cuman memakan waktu cepat sekali. Jika dimengerti sesungguhnya gampang untuk menulis dan mengeluarkan file artikel yang panjangnya 250 sampai 400 kata sama seperti yang akan Anda baca saat ini (heheheh). Anda akan belajar proses cara untuk cara untuk lakukan hal tersebut.

Enam Sisi Khusus dalam Artikel

Silahkan kita awali dengan 6 khusus sisi artikel. Yang ke-3 ialah arah judul untuk raih perhatian pembaca. Anda dapat memperoleh gagasan judul dari situs artikel terkenal dan mem-bookmark situs seperti Media dan mendapati langkah lain untuk mengawali kreasi dalam membuat judul.

Yang paling akhir ialah anda bisa mengawali paragraf pembuka Anda dengan memakai pengakuan jika-maka atau awali dengan bercerita sebuah narasi atau mengulas kekeliruan yang terbanyak dilaksanakan orang.

Kerap membuat topik tertentu dari artikel dengan beberapa kalimat pembuka bisa dibuktikan efisien bila Anda coba X. Sdan menyelamatkan diri Anda dari Y. Saat tiba ke X berikut yang perlu Anda kenali. Sberikut yang Anda harus tahu mengenai dan bagaimana meneruskan sesudahS kalimat pembuka. Kenalkan tiga point perbincangan khusus Anda dan beritahu. Smereka faedah dari membaca artikel dan merasa sakit apa yang akan mereka jauhi dengan membaca artikel saat ini.

Anda telah menulis paragraf pembuka, waktunya membuat artikel badan yang terdiri dari 3 paragraf dasar perbincangan khusus. Setiap tiga paragraf dapat mempunyai tiga sub point yang dapat Anda ganti jadi kalimat. Untuk menolong Anda menulisnya secara cepat berdasar rangka simpel yang. Anda bikin terbuka yang berada di negara kita yang akan ia a.

Komentar Mutu dan Tak Mutu di

Tanggapan pembaca itu yang paling dinanti Kompasianer, sesudah artikelnya tampil. Lantas, kemudian peringkat, sudah pasti. Selanjutnya jumlah pembaca.

Jenjangnya demikian. Pembaca 1,000 pv tetapi reting dan tanggapan kosong, ya, kurang senang. Pembaca 500 pv, reting 50 tetapi tanggapan kosong, ya, senang. Masalah beberapa angka itu, tidak perlu protes, ya. Jika tidak sepakat, membuat sendiri ukuranmu.

Ukuran di atas karakternya kuantitatif. Makin banyak makin senang. Itu rumusnya.

Tetapi itu khususnya berlaku untuk beberapa orang yakin pada beberapa angka. Terang, tujuanku, Daeng Rudy and the Gang.

Buatku, pengikut memahami kualitatif, letak kepuasan ada di kualitas tanggapan. Satu kali lagi, kualitas. Bukan jumlah. Pikirkan artikelmu mendapatkan 100 tanggapan, tetapi didalamnya sama semua: “Ih, diari, kabooor!” Senang?

Saya telah mewawancara Poltak mengenai kelompok kualitas tanggapan. Ia memberikan empat rasio: benar-benar takmutu, takmutu, kualitas, dan benar-benar kualitas.

Berikut beberapa contoh yang diberi Poltak. Markimak, silahkan kita baca.

Benar-benar Takmutu. Ini kelompok tanggapan promo atau berjualan. Mengangfao kita sebagai kobsumen, bukan Kompasianer. Misalkan: “Kami sedia obat kuat. Kontak 0234xxxx,” “Titip artikel ” “Perlu jimat? Kontak: 123456789.”

Takmutu. Ini kelompok basa-basi, basah jadi basi. Sebatas melipur saja, walau sebenarnya kita tidak perlu dihibur. Misalnya: “Sangat bagus, Pak,” “Benar-benar inspiratif, Bu,” “Terima kasih, berguna sekali, Bli,” “Wah, aktual sekali!” Ini banyak komentar yang hanya mengulang-ulang reting. Ngapain loe pencet reting kalau tanggapan loe sama aje, Bang, Mpok.

Kualitas. Nah, ini tanggapan yang berkaitan isi artikel. Maknanya pengamat itu baca artikel. Karena itu dapat kasi tanggapan yang menyambung. Misalnya: “Wah, rupanya peranan tuak di Manggarai sama dengan di Toba,” “Artikel ini memberikan sudut pandang baru mengenai arti jomlo,” “Artikel ini membedah kemisinan kosakata saya.”

Benar-benar Kualitas. Nah, ini tipe tanggapan yang membuat penulis kewalahan. Hingga harus membuka kamus atau ensiklopedia untuk menjawab. Atau justru di inspirasi membuat artikel baru. Dasarnya konentar yang melawan dan mencerdaskan.

Menulis sebagai proses belajar Sosiologi, Batakologi dan Sains Pertanian yang ada.

Seterusnya

Tutup

Persiapan Pembelajaran New Normal

Sejak diterapkannya periode genting Covid-19 pada tanggal 16 Maret 2020, sebagian besar sekolah di Indonesia khususnya di Kendal ambil peraturan untuk evaluasi lewat daring atau disebutkan dengan evaluasi jarak jauh (PJJ).

Oleh karena itu Beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Kendal tengah siap-siap untuk mengaplikasikan proses evaluasi bertemu muka. Adapun formulasinya, tiap sekolah memiliki langkah tertentu yang dipandang efisien untuk keperluan evaluasi tanpa tidak pedulikan kesehatan.

Dengan catatan, proses evaluasi bertemu muka dapat berjalan saat memperoleh lampu hijau dari kepala wilayah di tempat Team Gugusan Pekerjaan Pemercepatan Pengatasan Covid-19.

Pada awal tahun 2021 ini menteri Pengajaran dan Kebudayaan, mengenai Penyelenggaraan Evaluasi pada Tahun Tuntunan 2020/2021 dan Tahun Akademis 2020/2021 di periode wabah Corona Virus Desease 2019 (Covid19),melontarkan surat selebarannya kembali untuk daerah Kendal mengenai penyelenggaran evaluasi secara bertemu muka akan di mengundurkan kembali pada tanggal bulan akhir Januari 2021, karena bertambahnya kasus pasien positif di daerah Kab. Kendal karena itu diterapkannya kembali periode PSBB.

Saat sebelum ditetapankannya evaluasi bertemu muka seperti yang sudah dilaksanakan oleh SMK NEGERI 1 KENDAL. Berdasaran Standard Operasi Proses (SOP) evaluasi secara bertemu muka SMK NEGERI 1 KENDAL tahun pelajaran 2020/2021. Atas Keputusan Bersama menteri Pengajaran dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri mengenai Penyelenggaraan Evaluasi pada Tahun Tuntunan 2020/2021. Sdan Tahun Akademis 2020/2021 di periode wabah Corona Virus Desease 2019 (Covid19).

Ke-3 , Sekolah menempatkan info berbentuk brosur, banner, spanduk mengenai Penjagaan penyebaran covid-19. SLangkah membersihkan tangan yang benar, Langkah kenakan masker yang benar y.

Ke-4, Membuat dan mengaplikasikan ketentuan implementasi kesehatan Covid-19 untuk Tamu, Murid, Guru dan Pegawai. Smisalnya misalnya dengan menghindar tempat ramai seperti kantin,dan satuan tugas pagi. Soleh karena itu peserta didik di wajibkan bawa makanan sendiri dan bawa perlengkapan beribadah sendiri. Dan lenyapan satuan tugas pagi