Misteri di Balik Terbakarnya Pasar Weleri, Pasar Terbesar di Kabupaten Kendal

Pasar Weleri pasar paling besar di Kabupaten Kendal terbakar di hari Kamis, 11 Desember 2020 malam. Kobaran api mulai nampak di kios sisi timur lantai dua pasar pada jam 21.30 WIB. Polisi menjelaskan jika kebakaran terjadi karena ada tegangan arus pendek listrik. Serangan sang jago merah lagi jadi membesar dan merambat menuju utara dan tengah pasar. Beberapa unit pemadam kebakaran dikeluarkan untuk mematikan serangan sang jago merah. Lebih kurang ada 12 unit pemadam kebakaran dari Kendal, Semarang, dan Tangkai dikeluarkan untuk mematikan api.

Ada banyak peristiwa yang ganjal saat berlangsungnya kebakaran di Pasar Weleri Kabupaten Kendal ini, yakni pertama saat beberapa pedagang akan masuk di dalam pasar untuk selamatkan barang dagangan mereka, gerbang dan pintu pasar terkunci dan penjaga kunci pasar yang pergi entahlah ke mana.

Ke-2 , berlangsungnya perampokan massa, beberapa pedagang yang sukses selamatkan barang dagangan mereka lalu mengantarnya keluar pasar dan kemudian barang dagangan mereka raib dijarah oleh massa yang berkerubung.

Ke-3 , ada berbau bahan bakar di sejumlah tempat pasar.

Ke-4, ada beberapa toko yang utuh, tidak hangus dan tidak terjamah api.

Banyak yang menjelaskan jika berlangsungnya kebakaran di Pasar Weleri Kabupaten Kendal ini disengaja atau hasil eksperimen. Ada yang menjelaskan jika Pasar Weleri Kabupaten Kendal dibakar untuk kebutuhan. Sperbaikan, ada pula yang menjelaskan bila Pasar Weleri Kabupaten Kendal telah habis kontrak, dan lain lain.

Maka ada banyak mistis dibalik terbakarnya Pasar Weleri Kabupaten Kendal yang masih belum terlewati. Terbakarnya Pasar paling besar di Kabupaten Kendal tentunya membuat seluruh orang bingung dan bertanya. Sapa yang sesungguhnya jadi pemicu terbakarnya Pasar itu. Apakah benar kebakaran Pasar Weleri Kabupaten Kendal ini cuman disebabkan karena tegangan arus pendek listrik, atau yang lain?

Sesudah 6 jam petugas unit pemadam kebakaran dikeluarkan untuk mematikan api, pada akhirnya api bisa dipadamkan dan cuman. Stersisa robohan beberapa puing bangunan dan kios dan abu gosong dari barang barang yang hangus disantap api.

Anindiya Salis Maulidina

SMK Negeri 1 Kendal

3 Metode Membaca yang Kamu Wajib Tahu

The Liang Gie ada seorang ilmuwan mempuni yang sudah menulis beberapa puluh buku dalam beranrka sektor, mulaai politik, administrasi, filasafat, dan ada banyak kembali. Salah satunya bukunya yang paling laku ialah Langkah Belajar Yang Efektif. Buku ini cukup laku di psaran karena lagi alami bikin ulangi lebih dari 20 kali.

The Liang Gie membagi aktivitas membaca jadi 3 tipe.

Membaca macam selingan. Ini ialah membaca beberapa cerita misalkan novel, atau majalah selingan. Pembacaan di kerjakan dengan urut dari awalnya narasi sampai step akhir. Arah nya ialah untuk nikmati narasi itu dan menghargakan kekuatan pengarang memproses jalur ceritanya hingga adalah kebulatan yang cantik, cocok, atau capai klimaks.

Membaca macam sekilas. Membaca janis ini ialah membaca secara sepat yang terkadang dibarengi melonjak bahan bacaan. Pembacaan bisa dilakukan ke belakang dan ke depan atau secara silang bersilang. Maksudnya untuk mendapatkan kisah selayang pandang berkenaan apa yang di jabarkan pada suatu bahan bacaan atau untuk mendapati suati info yang semenjak mula dicari pada bahan itu.

  • Meembaca macam study. Membaca tipe ini adalah aktivitas membaca buku pelajaran dan beberapa bahan bacaan yang lain pada suatu sektor pengetahuan. Pembacaan di lakukaan secara jeli apabila perlu diulang berulang-kali. Maksudnya adalah untuk tangkap, pahami, dan ingat bermacam pengetahuan dalam pada suatu cabang pengetahuan.

Sistem yang di pasarkan The Liang Gie lebih berkaitaan dengan mode membaca yang keitga, yakni membaca untuk kebutuhan study. Menurut dia membaca tipe ini harus dilakukan berkali-kali tampa jemu, seorang mahasiswa segera dapat meresap secara percaya diri pengetahuan yang terdapat dalam suatu buku.

  • Sistem Henry Guntur Tarigan, Henry Guntur Tarigan ialah guru besar IKIP (saat ini UPI) Bandunhg.

Sebagai seorang pakar ilmu bahasa, kary-karya yang terkait dengan sangkut-paut berbahasa, terhitung membaca. Profesor Henry terhitung penulis yang paling produktif. Sembuhan karya tulis dibuat oleh beliau. Dan yang liar biasa beliau membuat buku-bukunya dengan tulisan tangan. Tulisan tangan yang sudah dikerjakan ke penerbit untuk di revisi, di tulis selanjutnya di keluarkan.

Semangat Berkompetisi dan Hindari “Culture Shock” Bersama WNA

Kedatangan petinggi asing ke negara kita akan bawa pengubahan dalam langkah kerja. Salah satunya pengubahan yang paling mengambil alih kita ialah semangat untuk bersaing. Seandainya kita bersaing secara sehat, untuk perkembangan perusahaan atau lembaga tertentu.

Petinggi asing yang pimpin negara kita tidak jadi informasi baru kembali. Karena dari jaman penjajahan, kita telah bersinggungan dengan petinggi asing. Skema kerja mereka jadi keunikan untuk warga kita sekarang ini. Di mana kita memiliki semangat bersaing.

Kecuali semangat bersaing, ada situasi baru yang mereka pasarkan untuk kita yaitu bekerja secara professional. Maknanya kita harus manajemen diri secara baik. Terhitung manajemen waktu.

Mungkin beberapa dari kita tidak pernah dididik oleh orang asing. Sebagai pendekatan kontekstual, saya pernah hidup dan tinggal sama orang asing dalam Biara (Katolik) sepanjang nyaris 6 tahun. Dan sebagian besar pimpinan ialah mereka yang dari negara Eropa.

Budaya Eropa yang saya dalami dari beberapa Pimpinan ialah masalah waktu, loyalitas dan semangat cari tahu. Mungkin latar belakang warga Eropa yang adopsi pengetahuan Filsafat dalam sehari-harinya menjadi filosofi hidupnya.

Untuk mereka, waktu ialah hal yang paling bernilai. Kecuali waktu kejujuran diprioritaskan dalam sehari-harinya. Jika saya tidak paham suatu hal, mendingan saya lagi belajar dan menanyakan, dibanding saya berlagak tahu. Lantas usai pada ketidakjelasan akan semua suatu hal.sebuah hal.

Apa yang saya sampaikan di atas ialah nilai plus-nya. Sementara, segi minus-nya ialah saya masuk “Culture Shock.”

Culture shock sering terjadi di pada lingkungan kerja apa saja. Di mana perasaanah kita tidak akan berani untuk keluar dari zone nyaman kita.

Zone nyaman sudah memberi segala hal untuk kita. Saat ada petinggi asing yang bawa sudut pandang dan langkah kerja baru, kita bisa menjadi terkejut dan tidak terima skema baru begitu. Itu yang saya alami. Semoga anda tidak merasakannya.

Nah, jika kita telah masuk “Culture Shock” apa saja akan kita pakai untuk menampik petinggi asing. Contoh konkretnya, Pak Basuki Tjahaja Purnama yang pernah jadi korban dari “Culture Shock” warga kita.

Ranah agama sebagai ruangan private, saat itu juga jadi peluru yang mematikan untuk sama-sama mengadu-domba. Tidakkah saat ini rakyat kita masih menampik orang asing untuk pimpin bangsa kita?

Simak Zoom Koteka Bersama Dr. Nur Hidayat Sabtu Ini

Sabtu lalu Koteka menganakemaskan kalian dengan mengelana secara virtual ke Greendland untuk menyaksikan Aurora Borealis dan apa yang unik dari pulau yang punya kerajaan Denmark itu. Ingat, menabunglah lebih dulu untuk ke sana karena ditanggung anggarannya mengagetkan.

Dr. Tien Hoang Than bahkan juga menunjukkan ke kita mengenai ikan paus yang dimakannya. Rupanya seperti sandal, keras dan untuk mengunyahnya perlu tenaga khusus dan harus sabar. Maka kita persiapkan juga gigi yang kuat kecuali kesehatan rohani dan jasmani yang kuat untuk mengudapnya.

Nah, Sabtu ini, Komune Pelancong Kompasiana akan ajak kalian kembali untuk memerhatikan topik yang tidak kalah serunya, “Daya ingat Panjang Mengenai Tatap muka Singkat”, yang dicatat oleh ketua International Office dari UPGRIS Semarang yang sudah mengelana di Asia, Eropa dan Afrika sepanjang berbakti di universitas. IO UPGRIS adalah mitra yang bekerja bersama dengan Koteka semenjak tahun kemarin.

Selanjutnya, sepanjang melewati budaya beberapa negara yang lain, pak Nur sukses mencatatkan cerita perjalanannya ini. Kecuali disembahkan ke ibu, mendiang bapak, istri dan beberapa anak beliau, buku ini pasti ditujukan untuk akademiki di mana saja dia ada.

Untuk kupas semakin banyak mengenai isi buku yang mengingati kita akan beberapa hal misalkan jika di tiap pertemuan ada selalu perpisahan, keberagaman budaya negara lain malah makin menambah kita akan sadar jika keindonesiaan memang seharusnya ada selalu di dada ini. Apa ini akan sanggup kita angkat walau sudah mengelana beberapa negara di penjuru dunia? Atau malah luntur karena silau di mata, sakit di dada dan kelu di lidah?

Karena itu, agar lebih bagus, kami undang rekan-rekan untuk mengikut gelar wicara Koteka bersama sang Pandita PGRI, Dr. Nur Hidayat, M.Hum pada:

Kecuali narsum dan peserta, moderator Ony Jamhari akan menyongsong kehadiran empat orang yang dikisahkan dalam buku itu dari negara:

Asah kekuatan Bahasa Inggris kalian di zoom kami. Kecuali cas-cis-cus, tatap muka ini akan membuat mimpi kita makin terbang ke atas awan. Pergi, pergilah ke negara yang kita senang. Apabila hari-hari ini kita tidak dapat terbang, diamkan jiwa kita yang melayang-layang. Ya, untuk saat ini, dengan zoom ini.

[RTC] Event Surat Rindu untuk Sahabat yang Berduka

Salam Rumpies Sudah lama kita tidak bertemu, ya. Apa kabarnya kalian? Mudah-mudahan selalu sehat dan berbahagia. Sekarang ini kita pada kondisi wabah Covid-19. Masih taati prokes, ya. Supaya selalu aman, nyaman, dan sehat.

Silahkan, kita awali kembali dengan semangat baru di saluran fiksiana di Kompasiana. Kami ingin ajak beberapa teman dekat untuk memulainya dengan memeriahkan saluran ini.

Semenjak wabah menerpa bumi pertiwi, segala hal sudah berbeda. Beberapa hal yang perlu disamakan dengan keadaan yang ada. Memilukan. Belum juga musibah-bencana alam yang ikut menambahkan duka cita kita pada awal tahun ini. Banjir, tanah longsor, gempa bumi, angin puting beliung, erupsi gunung berapi, dan ada banyak kembali.

Duka saudara-saudara kita yang alami musibah pasti ialah duka hati kita sebagai saudara sebangsa. Kecuali suport berbentuk doa, materi, waktu, dan tenaga, bentuk kedukaan itu dapat kita perlihatkan lewat tulisan, yakni berbentuk surat kangen untuk teman dekat yang bersedih.

Kalian dapat menuliskan berbentuk surat ke beberapa teman dekat di semua Tanah Air di saluran Fiksiana.

Silahkan, baca ketetapannya:

Mempunyai account KOMPASIANA (bila belum, silakan registrasi ditambah dulu);

Tak perlu mendaftarkan, siarkan langsung karyamu berbentuk surat di saluran Fiksiana;

Moment ini berjalan sepanjang tanggal 30 Januari s.d. 1 Februari 2021;

Pola penulisan judul: [RTC] dituruti judul kreasi, contoh [RTC] Dukamu Ialah Dukaku;

Topik: Surat Kangen untuk Teman dekat yang Berduka;

Panjang surat tidak lebih dari 1000 (seribu) kata;

Sertakan cap: suratrtc, momentkompasiana, rumahpenainspirasisahabat;

Peserta bisa mengikutkan lebih dari 1 (satu) kreasi,

Kreasi original dan tidak memiliki kandungan elemen SARA;

Sertakan di bawah karyamu: kreasi ini dilibatkan dalam rencana mengikut Moment Surat Kangen untuk Teman dekat yang Berduka;

Masukkan simbol Rumah Pena Ide Teman dekat di bawah karyamu (simbol bisa disaksikan di bawah informasi ini);

Bagi link karyamu di group FB Rumah Pena Ide Teman dekat;

Juara moment akan dipublikasikan 10 (sepuluh) hari sesudah moment usai di Kompasiana dan keputusan juri dalam moment ini ialah mutlak.

Sebagai wujud animo kami pada kepedulian kompasianer atas duka karena musibah yang menerpa negeri ini, kami sediakan hadiah sebagai berikut ini:

3 kreasi terbaik akan memperoleh setiap pulsa sebesar @Rp.100.000,-

Kami mengharap, kompasianer bisa berperan serta untuk menyemarakkan moment ini. Karena kita perduli. Karena duka mereka ialah duka kita.

Blogshop Bersama KPB dan Menulis Artikel Politik yang Bernas dan Wawas

Politik selalu memikat buat diulas, ditelaah, dibahas, dan dikabarkan secara aktual. Dengan anggota yang sejumlah lebih dari 720 ribu orang, Kompasiana sediakan ruangan untuk menuliskan.

Sepanjang Januari-November 2020, website wartawan masyarakat itu sudah menyiarkan 211.358 artikel dengan 630.240.859 pageviews. Sekitar 21,8% salah satunya isi saluran Politik dengan sub-kategori: Pemerintah, Birokrasi, Keamanan, dan Hukum. (Secara lengkap bisa dibaca di Kaleidoskop Kompasiana).

Sidang pembaca menyikapi karya tulis citizen journalist itu, disebutkan Kompasianer, dengan bermacam penilaian: aktual, menarik, berguna, unik, atau dipandang tidak menarik. Pada setiap artikel juga Kompasiana memasangkan cap Opsi, Artikel Khusus, bahkan juga penghilangan dengan argumen tertentu.

Bergerak dari fakta itu, karena itu Komune Penulis Berbalas (KPB) akan melangsungkan lokakarya berkenaan sangkut-paut membuat artikel politik.

Beberapa ahli yang kapabel didatangkan dengan keinginan, memberi pencerahan mengenai rangka dan kisi-kisi membuat artikel politik secara bernas, penuh wacana, dan berjalan pada koridornya.

Aktivitas

Bekerja bersama dengan Tribune-Timur.com dan Comunicasting Academy dan dibantu oleh anchor TV Informasi Satu, Donny De Keizer, KPB mengundang Profesor DR. Gun Gun Heryanto, M.Sang., seorang Ahli Komunikasi Politik dan Direktur Eksekutif The Political Institute.

Gun Gun Heryanto, dosen yang malas dipasangkan gelar dalam komunitas non-akademik itu akan memberi kisah mengenai apa yang semestinya dilaksanakan oleh masyarakat wartawan dalam membuat artikel politik dengan paket terkenal. Beliau akan ditemani oleh Elang Salamina (Kompasianer Paling populer nomor satu tahun 2020) dan Fery Widiatmoko (Kompasianer Paling populer nomor dua tahun 2020).

Kompasianer bisa mengikut Blogshop lewat Zoom (daring), dengan mengirim verifikasi kesertaan ke nomor WA 085100019292 supaya mendapatkan rapat ID.

Acara talkshow bisa dituruti lewat YouTube kanal Tribune Timur: https://youtube.com/c/tribunetimur

Blogshop KPB bersama Tribune-Timur.com dan Comunicasting Academy ini terselenggara karena suport dari:

Penutup

Untuk kelancaran, 30 menit saat sebelum acara diawali, pembicara (luring} sudah datang di venue dan penyiapan dilaksanakan.

Talk show KPB Bersama dan Comunicasting Academy akan mengunggah penglihatan dan memacu. Spenonton untuk membuat artikel politik dalam paket terkenal yang bernas dan memiliki sifat wawas.

Semua peserta runduk ke ketentuan prosedur kesehatan.

Ikut Jalan-Jalan ke Zimbabwe lewat Zoom Sabtu Ini, Yuk!

Nama Robert Mugabe tidak asing di telinga warga Indonesia pada periode 1980-an. Pertama Menteri itu selanjutnya jadi Presiden Zimbabwe di tahun 1987.

Perjalanan politik Mugabe benar-benar penuh dengan rumor HAM dan ekonomi, yang memengaruhi perubahan negara Republik Zimbabwe yang masuk negara miskin, dari periode ke periode.

Zimbabwe yang mempunyai warga 14,5 juta orang adalah negara di dunia kerap dikabarkan mass media sebagai negara yang alami imbas kekeringan hebat tahun 2019.

Negara yang tercatat di 117 negara dengan index kelaparan global tahun 2019 itu makin dipersulit dengan hadirnya wabah tahun 2020. Bagaimana kisah keadaan di situ?

WFP sendiri menyangga dana sejumlah 3,6 trilliun rupiah untuk memberi kontribusi makanan ke Zimbabwe sampai Desember 2020 dan kontribusi tunai sampai Apri 2021. Apa ini betul-betul mengurangi beban warga?

Lepas dari rumor yang kurang lezat dari Zimbabwe, rupanya negara ini mempunyai riwayat yang mengagumkan. Seperti riwayat yang diketemukan oleh beberapa arkeolog atas warga asli, San People yang hidup 100.000 tahun, kerajaan Mapungubwe tahun 1300-1600, penjajahan Portugis, koloni Inggris di Rhodesia dan tentu saja keelokan sungai Zambesi, di taman nasional Mana Pools, sampai kesedapan kulineran Zimbabwe seperti Sadza dan Boerewors.

Negara ini sesungguhnya memikat buat karena jadi negara yang bersebelahan dengan negara tetangganya seperti Afrika Selatan, Botswana, Zambia dan Mozambique. Dan bisa menjadi negara prospektif bila infrastruktur, seperti kereta apinya mencukupi agar jaringan dengan negara lain lebih mudah dan cepat. Telah tahukah warga umum di tanah air mengenai Zimbabwe?

Nilai ganti rupiah yang konstan dengan Zimbabwe ditengarai sebagai sinyal bagus untuk lakukan kerja sama dengan Indonesia. Negara ini hasilkan batu granit yang kemungkinan mempunyai prospect ceria di periode kedepan. Bagaimana dengan jalinan budaya, ekonomi inovatif dan pariwisata Indonesia dengan Zimbabwe?

Ialah Duta Besar RI Zimbabwe dan Zambia bapak H.E. Mr. Dewa Made Juniarta Sastraswan yang dikukuhkan presiden Jokowi pada tanggal 7 Januari 2019 lalu.

Putra Bali ini awalnya sudah memegang sebagai duta besar di London, Swedia dan Latvia. Banyak pengalaman beliau dan info dan wacana yang dapat dibagi pada angkatan muda berkenaan dengan keinginantahuan warga pemula Inonesia.

Karena itu, Komune Pelancong Kompasiana benar-benar menunggu keterangan bapak duta besar mengenai pendapat beliau bagaimana pemerintah Zimbabwe menangani. Swabah dan jalinan Indonesia dengan Zimbabwe sejauh ini.

Sedang Kompasianer Dewi Sumardi yang sudah tergabung di Kompasiana.com semenjak 2013 ialah. Spenulis novel “Duka Darah Biru” dan “Janji di Pinggir Laut Kaspia”, yang akan menceritakaSn sepintas mengenai kisah hidupnya mengelana di Harare, Zimbabwe.

Berdasar program Kompasiana.com sebagai induk dari Komune Pelancong Kompasiana, Koteka. Skami ingin memberikan dukungan “Musuh corona gunakan konten” lewat aktivitas talk show ini.

Besar keinginan Koteka agar acara Kotekatalk berbentuk zoom ini akan memberikan inspirasi beberapa peserta yang akan datang selama saat wabah “new normal” atau work from home, supaya masih. Ssemangat menelusuri dunia dan berkreasi seperti spirit setiap sampai kapan saja, tidak ubahnya yang telah diilustrasikan oleh bapak duta besar dan Kompasianer Dewi Sumardi sampai ini hari.

Karena itu kami mengundang Kompasianer untuk mengikut zoom ini pada:

Janganlah lupa, daftar, ya dan temu Sabtu!(AG)

Data Pemilih dan Vaksinasi Covid-19

Menarik menyimak pengakuan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang akui kapok memakai data kementerian yang dipegangnya untuk program vaksinasi Covid-19. Menteri kesehatan menjelaskan data yang dipunyai oleh kementeriannya tidak sesuai bukti di atas lapangan.

Menteri kesehatan memberikan contoh secara agregat data jumlah puskesmas dan rumah sakit (RS) di tanah air cukup buat melakukan vaksinasi Covid-19 secara nasional. Tetapi, sesudah dilaksanakan pencarian tersingkap jika fasilitas kesehatan yang ada tidak memenuhi untuk penerapan vaksinasi.

Seterusnya Menteri kesehatan memperjelas akan memakai data yang dipunyai oleh Komisi Penyeleksian Umum (KPU) untuk program vaksinasi ke warga. Argumennya, KPU barusan melangsungkan Pemilihan kepala daerah 2020 hingga data yang ada masih aktual dengan keadaan warga di wilayah.

Komisi Penyeleksian Umum (KPU) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah lakukan diskusi buat mengulas gagasan pemakaian daftar pemilih sebagai pangkalan data progam vaksinasi Covid-19. Komisioner KPU yang mengepalai bidang data pemilih, Viryan Azis mengatakan persiapan KPU memberikan dukungan usaha itu.

Daftar pemilih pada pemilu 2019 dan Pemilihan kepala daerah 2020 memang baru dipakai dan proses pencatatannya berbasiskan keadaan riil di atas lapangan. Proses pengaturan daftar pemilih dengan sistem pencocokan dan riset (coklit) yang dilaksanakan KPU secara bertemu muka sanggup hasilkan data yang benar dan tepat.

Persoalan data warga memang jadi rumor yang penting di Indonesia. Tiap instansi mempunyai pangkalan data yang berbeda hingga perlu dirumuskan ketentuan yang lebih terpadu. Awalnya pernah muncul mengenai data terintegrasi kesejahteraan sosial (DTKS) yang dipandang tidak tepat. Shingga pendistribusian bansos disampaikan ada yang keliru target.

Menteri Koordinator Sektor Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan. Stiap kementerian/instansi di bawahnya cuman akan merujuk pada satu data sesudah data terintegrasi kesejahteraan sosial (DTKS) disempurnakan. DTKS bisa menjadi salah satunya instrumen untuk capai pembangunan manusia Indonesia yang berkualitas.

Seyogyanya pemutakhiran data warga jadi konsentrasi perhatian lintas bidangal yang mengikutsertakan bermacam faksi. Data yang tepat sebagai landasan rencana program yang jeli hingga dalam realisasinya bisa dilaksanakan secara tepat. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil. S(Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mempunyai peranan yang vital dalam pengadaan data kependudukan yang aktual dan canggih.

Kasus Covid-19 Meroket, Mahasiswa KKN UNDIP Edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) selama Pandemi

Di tengah- engah wabah covid-19, KKN (Kuliah Kerja Riil) Kampus Diponegoro masih dilaksanakan tapi tidak dikerjakan agen bola online terpercaya seperti mestinya. Awalnya, mahasiswa akan diturunkan di tempat – lokasi yang sudah dipastikan oleh faksi kampus. Sekarang ini, untuk menahan penyebaran rantai Covid-19, Kampus Diponegoro berlakukan mekanisme “KKN Pulang Daerah” yakni KKN dilaksanakan di wilayah domisili masing – masing mahasiswa.

Meskipun KKN dikerjakan pada periode wabah dan di domisili masing – masing, semangat dan semangat mahasiswa tidak kering dalam lakukan dedikasi ke warga dengan masih patuhi prosedur kesehatan. Fanny Tiurma Osara, seorang mahasiswa KKN UNDIP asal Batam mengangkat Program Edukasi Skema Hidup Sehat dan Bersih (PHBS) sepanjang Wabah Covid-19 untuk menahan virus covid-19 pada masyarakat Tiban Lama, Sekupang, Batam lewat leaflet dengan mekanisme door to door dan sosial media seperti Whatsapp supaya menghindar keramaian.

Gambar 2. Lealfet PHBS sepanjang Wabah Covid-19

Badan sehat bisa didapat dengan konsumsi minuman dan makanan yang bergizi imbang karena sebatas untuk penuhi rasa lapar, tidak cukup. Makanan yang bagus terbagi dalam bermacam tipe nutrisi, terhitung karbohidrat, protein, lemak, serat, mineral, dan vitamin. Badan yang sehat akan mempunyai kekebalan badan yang kuat dan gampang lakukan pengobatan sendiri hingga benar-benar susah untuk terkena oleh bermacam penyakit terhitung virus covid-19. Kecuali konsumsi nutrisi imbang, mempunyai pola hidup aktif dan olahraga dengan teratur bisa mempertahankan kesehatan, sekalian mendesak resiko penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Karena itu, penting untuk warga bisa mengaplikasikan Sikap Hidup Bersih dan Sehat di lingkungan keluarga dan lingkungan warga seputar.

Gambar 3. Edukasi 6 Cara Bersihkan Tangan dengan Betul

Edukasi PHBS diberi dengan mempraktekan langsung 6 cara membersihkan tangan dan bertanya. Sjawab bagaimana konsumsi makanan yang bergizi imbang dan olahraga yang betul saat wabah. Lantas memberikan paket masker gratis ke masyarakat, terhitung anak – anak.

Masyarakat benar-benar semangat dan memberi tanggapan positif saat diberi edukasi dan sejumlah besar telah berusaha mengaplikasikannya di kehidupan setiap hari. Wabah Covid-19 ialah permasalahan bersama. Syang perlu dituntaskan bersama – sama dengan menahan dan memutuskan penebaran. Srantai virus covid-19 hingga Indonesia dapat menang menantang wabah ini.

Penulis: Fanny Tiurma Osara

DPL: Dr. Ir. Sutarno., M.S.

Ini Daftar Negara Terbaik Tangani Corona di Dunia, Indonesia Nomor Berapa?

Telah satu tahun lebih wabah Covid-19 serang dunia. Jumlah keseluruhan kasus di dunia sekarang sentuh angka agen slot online terpercaya 100 juta lebih, sedang meninggalnya tembus 2 juta jiwa lebih.

Menurut situs Worldometers.informasi, dijangkau 01 Februari 2020, Covid-19 ini telah serang 221 negara atau teritorial. Jumlah keseluruhan kasus terverifikasi capai 103.361.661 kasus. Sedang meninggalnya capai 2.233.992 jiwa. Amerika tetap jadi negara dengan tingkat infeksi dan kematian paling tinggi. Menurut situs yang serupa keseluruhan infeksi di Amerika ialah sejumlah 26.682.632. Sedang kematian yang disebabkan oleh Covid-19 di Negeri Paman Sam capai 450.754 jiwa.

Hadirnya vaksin di beberapa negara terhitung Indonesia memang memberi keinginan baru, tapi yang harus juga jadi perhatian dari kasus Covid-19 ini ialah pada saat ini diagram kasus dan kematian di dunia karena Covid-19 ini belum memperlihatkan pertanda menerpai. Di bulan Januari 2021, menurut situs worldometers.informasi, kasus dan kematian di dunia justru memperlihatkan rekor paling tinggi. Kasus harian paling tinggi di dunia terjadi pada tanggal 08 Januari 2021 dalam jumlah kasus capai 845.285 kasus. Sedang jumlah kematian harian paling tinggi terjadi pada 20 Januari 2021 dengan angka kematian capai 17.554 jiwa.

Menyaksikan diagram yang belum agak miring itu dapat disebutkan jika banyak negara masih kuwalan hadapi Covid-19. Lantas tidak apa ada negara di bumi ini yang sukses secara baik tangani Corona?

Rangking CPI Indonesia (Sumber: lowyinstitute.org)

Terkait dengan hal tersebut, The Lowy Institute, instansi think thank asal Sidney Australia coba membuat rangking beberapa negara dalam tangani Corona dengan yang mereka sebutkan dengan Covid Performnce Indeks (CPI). The Lowy Institute membuat rangking 98 negara di dunia, terkecuali China. China tidak ditempatkan dalam penilaian karena minimnya data yang ada untuk umum dari negara itu.

Data yang dipakai The Lowy Institute dalam membuat Covid Performnce Indeks itu ialah beberapa data yang ada sepanjang 36 minggu s/d tanggal 9 Januari 2021. Beberapa data itu salah satunya ialah kasus yang terverifikasi, kematian yang terverifikasi, kasus terverifikasi per satu juta orang, kematian terverifikasi per satu juta orang, kasus terverifikasi sebagai pembagian test, dan angka test per seribu orang.