State’s Rent Relief Program Is Off to a Slow Start

Pattaya เล่นบอลออนไลน์ เว็บบอล เว็บบอลออนไลน์ request procedure for the state’s leasing support course is actually mainly on the internet. Real estate teams state the site has actually been actually hobbled through technological problems. As well as renters have actually experienced mistakes that sometimes wiped away whole requests.

Each renters as well as landlords need to complete types as well as send documents. Pattaya เล่นบอลออนไลน์ เว็บบอล เว็บบอลออนไลน์  they have actually stated that submitting the needed info has actually been actually troublesome. The procedure likewise takes a very long time towards finish since the body has actually no chance towards conserve as well as restart a request.

Pattaya เล่นบอลออนไลน์ เว็บบอล เว็บบอลออนไลน์ promotes are actually likewise worried that the body might be actually difficult towards grab locals of low-income communities along with bad web accessibility. Houses where english isn’t the main foreign language as well as individuals that don’t have actually prepared accessibility towards laptop computers or even mobile phones. Numerous amongst those teams might be actually very most in danger of eviction.

Condition authorities stated 160.000 Pattaya เล่นบอลออนไลน์ เว็บบอล เว็บบอลออนไลน์possessed been actually sent since recently which technological problems were actually being actually handled as they occurred. Authorities have actually likewise stated that they are actually focusing on requests coming from one of the absolute most indigent renters.

Pattaya เล่นบอลออนไลน์ เว็บบอล เว็บบอลออนไลน์ the course. Renters that send a correctly finished request will certainly be actually safeguarded coming from eviction. Even though their situation is actually being actually refined as well as help has actually certainly not been actually dispersed.

Tali agai as well as her fiancé. Kyle eisenman. Pattaya เล่นบอลออนไลน์ เว็บบอล เว็บบอลออนไลน์ actually amongst the pairs anxiously awaiting for the doors towards the manhattan marital relationship bureau towards available at 8:forty five a.M. On friday. The pair. That satisfied on the dating webinternet web site tinder 7 years back. Have actually needed to alter their wedding event strategies two times due to the coronavirus.

Pattaya เล่นบอลออนไลน์ เว็บบอล เว็บบอลออนไลน์ team are actually greater than prepared to become wed. Stated mr. Eisenman. 34. He as well as ms. Agai. 35. Prepared towards commemorate their union at the possibility playground boathouse in brooklyn over the weekend break.

Capek Menulis, Tak Dihargai; Buat Apa?

Merekam keelokan untuk masa lalu. Tuliskan keinginan buat peninggalan. Saya senang membaca, tapi menulis semakin lebih punyai arti. Karena, kreasi itu peninggalan yang paling bernilai ke angkatan kelak. VERBA VOLANT, SCRIPTA MANENT.

Sebagai penulis terlepas, stabil untuk menulis tiap hari minimum satu saja, bukan kasus gampang. Di antara segi visioner dan sesuai kenyataan seringkali, dan sering berperang dalam hati.”Untuk apa kamu habiskan waktu dan energi, bila tulisanmu tidak bisa ganti rugi?”

Jika kerja di media, penerbitan, atau hal yang lain berkaitan di dunia tulis-menulis, tidak jadi masalah. Karenanya karier, ya harus dijalani. Mau tidak mau, ya harus tetap. Periode gabut, wkwkwk…

Tempo hari malam, saya baru sadar. Awalnya masih 1/2 sadar, hehe… Membaca kembali masalah proses K-reward pada tahun 2021 ini. Berita senangnya ialah jumlah keterbacaan halaman digital (pageviews) konten-nya turun setengah dari 3.000 ke 1.500.

Sumber: https://www.kompasiana.com/kompasiana/5ff531be8ede481c7c4275e2/k-rewards-2021-makin-banyak-yang-bisa-dapat-cuan?page=all Wow,ini pasti berita yang membahagiakan bagi beberapa penulis baru. Mereka yang bernama belum demikian mengganggu linimasa dengan kreasi dan tanggapan. Seperti saya misalnya, hehe…

Dari baca-baca kembali lebih serius dan cermat dari tulisan Admin, dari pengalaman beberapa senior yang berlangganan bisa K penghargaan, rupanya ada kisah yang kurang pas saya ketahui.

Awalannya hanya memikir 3.000 itu perhitungan kumulatif jumlah pembaca pada sebuah (1) bulan untuk semua artikel. Ini yang ketentuan lama. “Wah, terang sulit. Tidak sampai dapat begitu jumlahnya. Jika 1.000 plus saja kemungkinan dapat terwujud dengan rajin kirim artikel.”

Sangkaan ini cukup meleset dalam bayang-bayang. Senior yang berbaik hati untuk pengetahuan dan panduan tenyata mengutamakan pada faktor yang lebih dalam.” Tulisanmu harus masuk cap ‘Pilihan’ atau sukur-sukur ‘Artikel Utama’. Agar dapatnya dobel serta lebih banyak, turuti moment dan topik khusus yang dipersyaratkan Admin.”

Busyet.. Buyar angan dan keinginan, wkwwk….

Jadi walau ini nilainya telah di turunkan jumlah pageviewes ke 1.500, harus tetap usaha keras. Harus minimum cap “Opsi”. Hukumnya harus!

Jadi? Menulisnya tambahan dobel kwadrat dong?! Bukan sebatas menulis yang biasa saja. Asal bisa dibaca. Bukanlah begitu.

Yoohh… Ambyar tenan iki… Bermakna tulisan yang tidak bisa cap biru,tidak dihitung? Demikianlah kura-kura di luar perahu…

Puding Besar

Satu dusun atau daerah umumnya akan populer jika dia mempunyai satu kekhasan pada alamnya, mempunyai identitas yang gampang dikenal, atau tempat lahirnya figur populer, rumah figur nasional apa lagi internasional, populer karena suatu hal yang sudah dibuat oleh penduduknya, mempunyai warisan riwayat, atau mempunyai kebudayaan yang diterima dunia.

Umumnya, dusun yang sudah populer akan menyebar pada satu kedaerahannya yang luas, kita sebutkan sebagai satu propinsi atau satu kepulauan.

Satu dusun berkembang karena dikunjungi beberapa orang luar dan jadi warga yang majemuk, tercipta dari kelompok beberapa orang yang makin berkembang dan tumbuh selanjutnya jadi dusun paling besar dan jadi satu kota.

Puding Besar ialah nama satu dusun/daerah yang berada di Bangka Belitung, persisnya di Kabupaten Bangka. Bersisihan dengan dusun Tanah Bawah, dusun yang sudah melahirkan pendekar daerah yang populer di Bangka tetapi tidak dikenali secara nasional. Salah satu pesilat kuat yang kuasai silat tradisionil “Bintit” Bangka yang dipercayai hampir musnah.

Cuman beberapa orang yang telah berumur lanjut mengenalinya, pendekar ini namanya Sahaq (dikenali dengan panggilan Haji Sahaq). Gelar Haji dia peroleh sesudah menjalankan beribadah haji memakai kapal ke Mekah pada periode penjajahan Belanda.

Haji Sahaq mempunyai cucu namanya Haji Yamin yang tinggal di Puding Besar, karena itu dusun Tanah Bawah dan Puding Besar mempunyai ikatan persaudaraan yang kuat.

Saya ketahui narasi Haji Sahaq dari kakak-kakak saya yang ketahuinya dari Haji Yamin (kakek saya). Waktu kecil kakek saya kerap menceritakan ke saya, tetapi di saat kelas 4 SD kakek saya wafat, begitu itu membuat. Ssaya masih ingat beberapa beberapa ceritanya.

Saya juga masih ingat narasi dari ayah saya, bila kakek Yamin telah buang pengetahuan kanuragannya saat menjalankan beribadah haji.

Yakin atau mungkin tidak, ada satu narasi yang bisa saya katakan ke anda. Haji Sahaq pernah dikejar-kejar (dicari) oleh. Stentara Belanda, karena dia dipandang beresiko karena kuasai pengetahuan kanuragan “Budi Suci” dan pengetahuan beladiri (silat).

Beliau tak pernah ketangkap walaupun disergap di dalam rumah sekalinya, dia bisa lari di atap-atap rumah warga. Sapabila berkelahi dengan isterinya, amarah dia limpahkan dengan berlari-lari antar daerah. Beberapa orang berlainan daerah bercerita bila mereka menyaksikan Haji Sahaq di saat bertepatan. Sedang isterinya yang merajuk (ngambek) menggeser-geserkan badan ke atas karung yang berisi lada dan lada itu dikisahkan jadi debu.

Mengintip Keseruan Promo HUT Ke-72 Garuda Indonesia

adalah Hari Ulangi Tahun Garuda Indonesia ke-72. Aksi/tapak jejak maskapal penerbangan ini menjadi bintang dihati pemakai jalan raya udara. Entahlah pemakai Lokal atau pemakai Internasional. [/H3]

Di tengah-tengah lemasnya maskapal penerbangan udara Indonesia, karena Wabah yang masih belum usai, dan jatuhnya salah satunya maskapal penerbanagan Sriwijaya Air dengan code Penerbangan SJ182 (9/1/2021), tetap jadi momok, hantu untuk pemakai layanan angkutan udara global.

Trend ini akan bersambung sampai batasan saat yang tidak dapat kita tetapkan. Tetapi, di tengah-tengah kritis Maskapal Penerbangan Indonesia, Garuda Indonesia selalu mengambil hati beberapa pemakainya.

Yok, kita melihat serunya apa ya, yang dijajakan oleh faksi pengurus Garuda Indonesia di Hari Ulangi Tahun ke-72 tahun ini.

Dikutip dari www.garuda-indonesia.com : Untuk rayakan Hari Ulangi Tahun Garuda Indonesia ke-72, kami memberi bermacam penawaran menarik cuman untuk konsumen setia kami.

Peroleh harga spesial dengan potongan harga s/d 60% dalam perayaan #HUTGA72 dan harga ticket pesawat dimulai dari 720 ribu rupiah untuk jalur, dan tambahan potongan sampai 720 ribu rupiah dari Bank mitra dan potongan spesial yang lain.

Sahabat di sini tidak ada yang berpromosi ya! Contoh ini cuma untuk euforia penulis dalam rayakan Hari Ulangi Tahun Garuda Indonesia ke-72 tahun ini.

Bagaimana juga, kita selalu bertemu dengan hukum “dualisme.” Di mana di dunia tanpa yang jelas. Yang jelas cuman kelahiran dan kematian.

Di Hari Ulangi Tahun Garuda. SIndonesia ke-72, sebagai rakyat Indonesia, tentu saja kita senang dengan perolehan Garuda Indonesia dalam layani lajur transportasi udara. Perjalanan sepanjang 72 tahun. Garuda Indonesia dalam bertandang ke seluruh penjuru dunia jadi bukti kehadiran Maskapal punya kebanggaan rakyat Indonesia di mata dunia. Minimal kedatangan Garuda Indonesia jadi jalan penegah cibirian warga global ke Maskapal Penerbangan Indonesia yang sering alami bencana.

Walau Garuda Indonesia telah berkreasi sepanjang 72, tetapi tidak tutup peluang bahwasan maskapal penerbangan. Sini alami pasang-surut di tengah-tengah Wabah Covid-19 yang masih belum usai. Tidak cuma Garuda Indonesia, tetapi kita alami hal sama dalam tiap sektor kehidupan.

Paling akhir, kita menyampaikan Selamat Hari Ulangi Tahun Garuda Indosia ke-72. Lagi mengudara di langit dunia dan nusantara.

Gegara Teori “Gestalt” Saya Berani Menulis Artikel Politik

Saat saya memperhatikan judul tulisan saya, ada tiga hal yang terdapat didalamnya, yaitu “Gestalt, Menulis, dan Politiik.” Nah, sama teori “gestalt” sahabat.

Di mana, teori “gestalt” adalah satu-kesatuan yang mempunyai hubungan kesan dalam sehari-harinya kita.

Nah, dibanding anda tidak yakin, yok kita lihat saja Wikipedia. “Gestalt ialah sebuah teori yang menerangkan proses pemahaman lewat koordinasi beberapa komponen kesan yang mempunyai jalinan, skema, atau keserupaan jadi kesatuan.” (Sumber; id.wikipedia.org).

Kesan

Untuk saya membuat artikel politik sama juga kita cari kehebohan. Pasti kesan yang bersuara positif ya. Karena Sokrates mengajar jika, “pekerjaan seorang filsuf sebagai pengganggu.”

Sumber; Komune Penulis Berbalas (KPB)
[H4] Saya memperhatikan peristiwa tiap hari di ruangan khalayak sebagai suatu hal yang penting terganggu. Maknanya, peranan kita sebagai kuli tinta harus mengusik beberapa pimpinan. Ya, menggangu dalam kaca mata positif.

Di mana tulisan kita ialah sisi dari “insight” untuk pemerintahan untuk berani memikir, saat menyaksikan keadaan negara dan bangsa mulai ke arah suatu hal yang tidak diharapkan.

Nah, dengan membuat artikel politik, kita berperanan sebagai filsuf pengganggu. Karena beberapa ide kita mempunyai satu kesatuan dalam memberi jalan keluar untuk siapa yang menekuni di ruangan khalayak.

Walau tulisan kita simpel, tetapi jadi pengganggu untuk mereka yang secara tidak langsung membaca pendapat, gagasan yang kita bungkus dalam artikel politik.

Menulis ialah sisi dari kesan akan yang di ada kan di semua indo ini benar-benar positif dalam tinggalkan tapak jejak aksara di tanah air tersayang.

Lihat saja beberapa ribu artikel politik yang bersebaran di sosial media mana saja, tentu isi dan maksudnya mengobral kesan politikus.

Saya respek dengan karier kuli tinta yang berani memprioritaskan beberapa narasi yang menusuk untuk politikus. Ingat beberapa politikus sering tidak sesuai dengan teori “gestalt.” Gestalt bermakna “Tupoksi” pekerjaan dasar dan peranan instansi pemerintah yang tidak searah, selaras dengan misi serta visi kehidupan bersama.

Nah, di situlah kuli tinta bersensasi sebagai penganggu. Maksudnya untuk menyesuaikan rasa persaudaraan, keadailan, dan makna persahabatn dalam ruang umum.

Tiga Tip Jitu Agar Artikelmu AU di

Itu yang tersorak dalam benakmu saat membaca judul artikel ini. Penanda kamu punyai rasa komedi anjlok. Sudah mengetahui labelnya “komedi”, kok ya berprasangka selurus itu.

Ini bukanlah mengenai Artikel Khusus, tetapi Artikel Umpet, dipersingkat AU juga. Tidak perlu protes. Ini komedi, Teman.

Artikel Umpet itu, ya, umpet, terselinap, tanpa cap atau paling banter cap “Opsi.” Bedalah dengan Artikel Khusus yang terpampang di ruangan terbuka. Hingga cepat terlihat mata dan memikat untuk dibaca. Karena kamu yakin Artikel Khusus itu kualitasnya “khusus”, pangheubatna.

Saya ingin share panduan supaya artikelmu jadi AU, Artikel Umpet, tetapi dibaca cukup beberapa orang. Ya, minimum 150 pageviews-lah. Kenapa dasarnya minimum 150 pv? Ah, itu rerata jumlah pv untuk artikelku, Teman. Ada yang berkeberatan?

Baik, tidak ada yang berkeberatan. Lanjut pada tiga panduan tepat supaya artikelmu AU di Kompasiana.

Satu: Membuat judul yang menyentuh keberadaan Admin K.

Dasarnya membuat judul yang membuat Min K geram-marah, atau sedikitnya cemberutlah. Ditanggung artikelmu jadi langsung AU.

Ingin contoh? Ini: “Admin K Menarik,” “Admin K Tidak Tentukan Kasih,” dan “Admin K Cakep.” Judul-judul semacam itu tentu menyentuh hati beberapa Min K. Soalnya mereka tidak semacam itu, kan?

Dua: Membuat judul yang mendiskreditkan seorang Kompasianer pujaanmu.

Dengan judul seperti itu, tanpa perlu dibaca, artikelmu ditanggung langsung AU. Min K itu benar-benar alergi pada kalimat dan kata yang mendiskreditkan Kompasianer.

Saya berikan contoh, ya. Ini: “Berikut Kekeliruan Khusus Pak Tjiptadinata,” “Kekeliruan Berbahasa Daeng Khrisna,” “Kakartana, Obsesi Cinta Guido,” “Ozy, Jomlo Lestari Pujaan Anak SD,” dan “Daeng Rudy, Numerolog Tunaangka.” Admin K benar-benar tidak suka pada judul seperti itu, walau itu betul ada.

Makna Membaca yang Belum Kamu Ketahui

MAKNA MEMBACATeruslah membaca, terserah itu buku apa saja. Saya membaca tidak cuma untuk tahu. Saya ingin jika apa yang kubaca itu turut membuat beberapa dari penglihatanku. Karenanya, saya mengolah, memerah bermodalkan intelektualitas yang ada dan dalam pergulatannya dengan keadaan.

Memang saya dahaga. Dahaga akan semua pegaruh. Karenanya, kubuka bajuku ku suguhkan badanku yang telanjang supaya tiap sisi dari badanku berpeluang melihat alam luas dan mendapatkan bombardemen dari seluruh penjuru. Permainan yang tidak akan pernah selesai ini benar-benar menyenangkan “Ahmad Wahib”.

Membaca ialah satu proses yang dilakukan dan dipakai oleh membaca untuk mendapatkan pesan yang akan di berikan oleh penulis lewat kalimat/bahasa tulisan “Prof. Dr. Henry Guntur Tarigan 1990”.

Sementara ahli bahasa F.M. Hodgson mendeskripsikan membaca sebagai satu proses yang dilakukan dan di gunakan membca untuk mendapatkan pesan yang di berikan penulis lewat media kalimat atau bahasa tulisan.

Pengertian membaca akan makin banyak diketemukan karena setip beberapa pakar memiliki pengertian yang berbeda mengenai membaca. Secara subtansi membaca sudah dimengerti makna dan artinya secara luas. Hal yang sebenarnya paling fundamental ialah bagaimanakah cara kita untuk jadikan membaca jadi sebuah budaya di tengah warga kita.

Orang membaca buku mempunyai bermacam arah. Secara simpel, ada banyak tipologi orang membaca, terutamanya membaca buku.

membaca buku knowledgable, yakni membaca yang meneliti dan pahami isi buku yang sudah di bacanya. Untuk orang yang terhitung dalam kelompok ini, hal yang paling penting ialah kuasai secara baik isi buku itu. Ini dilakukan karena ada kebutuhan yakni menambahkan wacana dan pengetahuan dalam sektor yang di jalani. Mereka yang lakukan pelajari buku dalam kelompok ini biasanya ialah beberapa mahasiswa atau periset pada suatu sektor tertentu.

membaca karena keinginantahuan. Pembaca semacam ini lebih memburu rasa keinginantahuan atas sebuah peristiwa secara mandala. Masalah isi dan intisari buku benar-benar terlepas dari perhatiannya.

Pada awal tahun 2009 di jombang jawa timur tampil peristiwa penyembuhan batu ‘ajaib’ yang dilakukan dengan seorang bocah namanya ponari, media ramai-ramai memberitakannya.

Persiapan Pembelajaran New Normal

Sejak diterapkannya periode genting Covid-19 pada tanggal 16 Maret 2020, sebagian besar sekolah di Indonesia khususnya di Kendal ambil peraturan untuk evaluasi lewat daring atau disebutkan dengan evaluasi jarak jauh (PJJ).

Oleh karena itu Beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Kendal tengah siap-siap untuk mengaplikasikan proses evaluasi bertemu muka. Adapun formulasinya, tiap sekolah memiliki langkah tertentu yang dipandang efisien untuk keperluan evaluasi tanpa tidak pedulikan kesehatan.

Pada awal tahun 2021 ini menteri Pengajaran dan Kebudayaan, mengenai Penyelenggaraan Evaluasi pada Tahun Tuntunan 2020/2021 dan Tahun Akademis 2020/2021 di periode wabah Corona Virus Desease 2019 (Covid19),melontarkan surat selebarannya kembali untuk daerah Kendal mengenai penyelenggaran evaluasi secara bertemu muka akan di mengundurkan kembali pada tanggal bulan akhir Januari 2021, karena bertambahnya kasus pasien positif di daerah Kab. Kendal karena itu diterapkannya kembali periode PSBB.

Saat sebelum ditetapankannya evaluasi bertemu muka seperti yang sudah dilaksanakan oleh SMK NEGERI 1 KENDAL. Berdasaran Standard Operasi Proses (SOP) evaluasi secara bertemu muka SMK NEGERI 1 KENDAL tahun pelajaran 2020/2021. Atas Keputusan Bersama menteri. Pengajaran dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan. Sdan Menteri Dalam Negeri mengenai Penyelenggaraan Evaluasi pada Tahun Tuntunan 2020/2021 dan Tahun Akademis 2020/2021 di periode wabah Corona Virus Desease 2019 (Covid19).

Alat pengukuran temperatur badan ( thermo gun) yang dipakai tiap hari di saat murid, guru, tamu akan masuk di tempat sekolah, faksi sekolah SMK NEGERI 1 KENDAL sediakan Fasilitas bersihkan tangan sama air mengucur. Ssediakan sabun dan cairan pencuci tangan (handsanitizer), Cairan Disinfectan untuk. Spenyemprotan dilingkungan sekolah, Sarana service kesehatan juga di perhatian. SAberbentuk ruangan UKS dan mempunyai jaringan / kerja sama dengan Puskesmas Patebon 2. SRuang untuk isolasi untuk masyarakat sekolah yang alami permasalahan kesehatan. Ssebagai mengantisipasi perlakuan sementara, umtuk penuhi. Standard Operasi Proses (SOP) SMK NEGERI 1 KENDAL lakukan menjaga jarak Di antara murid satu dengan murid. Slainnya yakni dengan batasi Jumlah meja dan bangku yang dipakai tiap ruangan evaluasi optimal untuk 18 orang.

Tuhan Tahu Apa yang Kita Butuhkan, Bukan Apa yang Kita Inginkan!

Sahabat saya baru sadar dengan pernyataan dari salah satunya Kompasinaer senior, sekalian penulis Yasasan Thamrin Dahlan, yaitu Pak Ajinatha. Di mana salah satunya artikelnya yaitu dengan judul,”Kru Film sinetron dan Film Tidak Beda Kelas.”

Pasti saya tidak tidak kupas apa yang telah diceritakan oleh Pak Ajinatha. Tetapi, saya ingin menceritakan bagaimana harapan saya selalu bertentangan dengan kenyataan.

Tuhan tahu apakah yang kita perlukan, bukan apa yang kita harapkan. Berulang-kali saya tidak berhasil masuk Media. Walau sebenarnya jadi Wartawan ialah harapan saya. Tetapi, fakta yang saya rasakan di atas lapangan selalu tidak seindah dan semenarik imajinasi.

Jujur saya telah tidak berhasil di sejumlah Media, ya awalannya saya pikir, mungkin saya tidak punyai spirit di situ. Apa lagi syarat masuk Media minimum Diploma. Walau sebenarnya saya cuman tamatan SMA, jauh jauh dari harapan pemilik Media.

Tetapi, malam hari ini saya benar-benar mengucapkan syukur jika dengan artikel Pak Ajinatha, saya mendapatkan pencerahan bahwasannya Tuhan tidak kasih apa yang kita harapkan. Tetapi, Tuhan kasih apa yang kita perlukan.

Peluang kita mempunyai kesempatan yang kecil untuk capai apa yang kita harapkan. Sebagai pendekatan kontekstual, begini dech, kita telah menulis dengan segenap hati. Keinginannya ialah dapat masuk cap opsi, atau jadi artikel khusus. Tetapi, tidak juga kita peroleh harapan itu. Lantas kita berduka, kandungan atau semangat berusaha kita tergerus oleh keinginan kita yang tidak sesuai dengan harapan.

Jika flasback berkenaan kehidupan sejauh ini, tentu saja saya telah terima karena dari Tuhan, berbentuk 3 kreasi yang telah saya keluarkan di Media Bikin. Tidakkah ini ialah hadiah atas sesuatu yang saya perlukan? Jika saya ngotot untuk memperoleh apa yang saya harapkan, saya akan mendapat masalah. Kurang lebih fotoan cerita saya serupa dengan penelusuran kita akan keadaan psikis bangsa sekarang ini. Ah, dibanding out of the box, mendingan kita teruskan topiknya.

Tetapi, saya mengetahui bahwasan kita tidak pernah senang dengan yang kita peroleh. Ya, karena kodrat kita ialah cari.

Wes, kita bermain di ranah filsafat ya, sahabat. Tetapi, next time ajalah sahabat. Karena filsuf Plato dalam norma Nikomachea menjelaskan jika, penelusuran paling tinggi dan paling akhir dari manusia ialah kebahagiaan.”

Jualan Itu Life Style-nya Sales Sejati

Dibalik keberhasilan sebuah Perusahaan atau Tubuh Usaha Punya Negara (BUMN) tidak lepas dari Sales-sales yang andal dalam sektornya.

Apa lagi keadaan negara dan bangsa kita saaat ini mewajibkan kita untuk belajar pada rumah, kerja di rumah (WFH), melihat info sekitar usaha, olahraga, politik apa saja dari rumah. Maka hipotesa atau ringkasan sementara ialah rumah mempunyai posisi spesial dalam soal apa saja.

Ya ampun bago jago, memang rumah ialah istana untuk siapa saja. Ya, itu kan pola/rangka memikir kita sekarang ini. Tetapi, coba berakrobat/berakselerasi dengan life model kehidupan saat sebelum Wabah. Boro-boro rumah jadi istana, wong jarang-jarang di dalam rumah juga. Argumen klise, repot kerja, rapat dan kepentingan pekerjaan, dan lain-lain. Pada akhirnya, jarang-jarang ada di dalam rumah. Tidakkah demikian teman?

Okey teman. Saat ini kita pancal gas ke arah karier Sales. Biasanya jika kita melamar pekerjaan dimanapun, lalu faksi Perusahaan memberikan, tawarkan karier Sales, kita akan usaha untuk menghindariinya. Ya, karena kita berasumsi jika kita tidak mempunyai spirit di situ. Karena dunia Sales cuman sekitar tawar-menawar. Ya, mirip-mirip Pemasaran lah. Perbedaannya, Pemasaran cuman ada di meja Kantoran. Lantas yang rasakan pahit getirnya perjuangan ialah sisi Sales.

Pada awal saya telah ucapkan jika ide tiba darimanakah saja. Korelasi, jalinan ide yang saya peroleh ini hari ialah saat melihat status rekanan sekalian tutor saya yaitu, Pak Krissan Manalu. Beliau ialah Founder ILI (Informasi Lowongan Kerja Indonesia). Tentu saja untuk anda yang telah mempunyai account Linkedin, tidak asing kembali bernama beliau.

Saya juga minta ijin lewat pesan WhatsApp-nya untuk pinjam istilah “Sales Sejati.” Beliau juga meluluskan saya. Karena itu lahirlah artikel receh atau simpel ini. (Argumen kaidah).

Tiap orang dapat jualan apa. Tetapi, cuman sedikit orang yang masih survival pada kondisi apa saja. Ada yang adopsi Sales “Sprint, Marathon,” tetapi kurang kuat dalam stabil. Demikian juga saya dan anda.

Kita telah jualan siang dan malam, tetapi saat kita hadapi keadaan yang susah, perasaan patah semangat lagi memburu kita, melewati harapan.